A. The Beginning
Pertama, saya mohon maaf jika mengecewakan beberapa teman yang telah membaca tulisan/mendengar kata-kata bahwa saya akan memulai kembali memintal pikiran, wawasan, & wisdom yang saya terima lewat sebuah blog. Sudah banyak yang menganjurkan, bahkan ada teman yang bilang:
"Kalau lo bisa menulis sebagus lo present, You're perfect!"
Ya, menulis itu BERAT buat saya, tidak seperti kata2 yang keluar seperti air dari mulut, tenaga dari jari rasanya sedikit sekali. Rasanya jari ini dikekang beban ketikan ingin mulai. Blog inipun sejatinya ingin saya mulai sebulan yang lalu lewat artikel gaya hidup sehat yang saya janjikan kepada seorang teman saya Eva Y. Andari dari Young On Top Campus Ambassador, yang menawarkan kesempatan mengikuti lomba menulis artikel kesehatan dengan hadiah sebuah Galaxy Tab!. Namun insentif itu masih belum menggerakan jemari ini, artikel ini pun tersimpan sebagai draft setengah jadi di account saya...
I feel sorry guys & I want to make my first step comes true. Lagipula, jadi komunikator, leader, & motivator yang baik harus pandai menulis juga toh??? Semoga ada semangat yang sama dari tulisan2 saya....
B. The Journey
Kembali ke "tulisan yang mogok" sebelumnya, di tengah kekosongan artkel setengah jadi tersebut, seorang penulis dari sebuah media kesehatan terkemuka menelpon saya. Ia meminta saya menceritakan "The Journey" yang saya lalui untuk hidup sehat. Lewat hubungan telepon, dalam beberapa menit saya mencertitakan dengan lugas & antusias apa yang saya alami. Beberapa minggu kemudian saya terkagum melihat sebuah tulisan apik tentang diri saya yang sejatinya ingin saya wujudkan dulu. WOW, kata2 verbal saya menjadi artikel yang enak dibaca. Senang rasanya, tapi... andaikan saya yang menulis hal ini, pastilah lebih puas diri ini. Yes, artikel yang sejatinya ingin saya tulis untuk temanku Eva & menjadi artikel pertama adalah artikel di bawah ini:
http://duniafitnes.com/fat-loss/perjuangan-tak-kenal-lelah-andrew-untuk-turun-26-kilogram.html
Yasudalah, nasi sudah menjadi bubur. Artikel pertama saya sudah 'direbut' orang lain. Yang penting bentuknya tetap apik & saya dapat menginspirasi teman2 yang ingin melakukan diet & hidup lebih sehat.
Namun, ada "KUNCI-KUNCI PENTING" yang belum tersampaikan di artikel itu, inilah bagian kedua yang ingin saya ceritakan:
1. Becoming 2% Population
Saya sempat baca sebuah statement di Majalah Reader's Diggest Indonesia-Juni 2012, dari hasil riset di Amerika tentang kesuksesan dalam diet. Hasilnya hanya 2% dari populasi yang ingin menurunkan berat badan, dapat sukses melakukan diet dengan BENAR & mencapai hasil yang PROPORSIONAL. Astaga, memang diet sesulit itu ya??? Apakah sample & cakupan risetnya diatur sedemikian rupa agar tercapailah angka 2%?
Saya kira ada betulnya. "Dengan BENAR" adalah kata kuncinya, sama seperti prisip saya dalam diet "It's a Journey, not seasonal Change" diet itu soal berubah, merubah diri, kerakter, kebiasaan, pikiran, mental, dll. Sama halnya dengan sukses dalam bisnis, hanya sedikit orang yang bisa sukses dengan 'BENAR', karena diperlukan perubahan yang perlu WAKTU & tidak INSTANT.
Saya paling anti gaya diet instan dari beberapa teman & beberapa artikel tak bedasar. Seorang teman sukses turun >15kg dalam waktu 2 bulan dengan HANYA makan buah & sayur, dengan frekuensi yang jarang-jarang. Sukseskah? YA, sukses masuk ICU & sudah lebih dari 2 teman yang masuk :) Hati2 ya dengan obat2an & metode instan yang tidak berdasar, it bear a high cost to pay. If the methods wasn't meant to make your healthier, Ignore it!!!
2. Against The Culture
Sejak kakak saya menetap di Australia, saya jadi anak satu-satunya di rumah. Kakak saya berpesan agar sebisa mungkin menemani orang tua saya makan malam sepulang kerja. Itu akan menjadi tanda hormat bagi mereka walau tidak diminta. Yah iya sih, tapi di keluarga saya, yang namanya makan malam itu minimal pukul 22.00 & porsi makanpun termasuk luar biasa. Teman2 tahu sendiri pantangan terbesar jam makan bagi yang ingin menurunkan berat badan & saya melanggarnya selama bertahun-tahun.
Sejak SMA (110kg) saya mulai 'sadar badan' dan terpaksa melawan budaya-budaya yang saya praktekan selama bertahun-tahun, mulai dari mengganti nasi jadi sumber kambohidrat lain (oat, ubi, singkong), rutin berolah raga, makan porsi kecil dengan teratur, konsumsi banyak sayur & buah, dll. Mudahkan? Namanya juga "BUDAYA", yah susah lah. Ceritanya seperti berada di toilet yang hanya memiliki tissue saja, padahal selama belasan tahun kita biasa menggunakan air. Yes, sangat tidak nyaman, namun pil pahit harus ditelan.
Kebanyakan orang tua akan khawatir (berlebihan) ketika anaknya mulai diet & sulit mengerti langkahyang kita ambil. Namun maksud mereka mulia, mereka ingin anaknya tetap 'sehat' dan tidak kekurangan makan seperti saat mereka muda dulu. Sampai sekarang juga orang tua saya masih sering menggoda, kadang2 pake bawa pulang sop kambing pula -_-. Yah mau tidak mau, saya harus menghormati mereka, ikut duduk di meja makan (kadang2 makan juga), bercengkrama, & sambil menyerok sayur yang banyak ke piring mereka. Yes, it's a beautiful culture to keep.
3. NO EXCUSE!!!
Ini yang setengah mati susahnya, sampai2 sebuah brand pastry menggunakan tagline "Diet starts tomorrow". Seringkali diet gagal karena sebuah lubang kecil yang kita langgar dari rencana awal. Remember guys, if you allow yourself to make the 1st hole in your plan, then the 2nd hole will comes easier. Karena itu, buatlah diet progress/ 21 days discipline sheet untuk memotivasi diri. Jangan biarkan godaan sekecil apapun masuk, walau hanya sekecil 'kerupuk di antara gado-gado'.
Inspirasi Lainnya
Oya, saya ingin memperkenalkan beberapa teman yang memotivasi saya secara langsung maupun tidak langsung. Salah satunya Charlotte, adik kelas masa SMA yang saya temui di gereja pada bulan April. Through our meeting, I get inspired to start my diet again with higher discipline, Thanks Lotte :)You're an extreem survivor, goodluck buat karirnya sebagai model http://www.facebook.com/lottpoenya
My recent sources for diet:
http://www.duniafitnes.com
http://artofmanliness.com/
Thats all guys for now, masih banyak yang saya ingin bagikan, as wiseman said "Think Big, Start small, Move Fast". Saya tunggu masukan-masukannya & wait for my next article. Danke!






